Selasa, 14 Desember 2010

Gelang Modis, Permainan Anak, dan Pelecehan Seksual

Author: MD
Image Goes Here

Gelang modis tak mesti berhubungan dengan permainan anak, apalagi dengan pelecehan seksual. Namun tidak demikian halnya pandangan pemerintah Brazil terhadap gelang modis bernam Shag Bands. Pasalnya, pengguna gelang-gelang cantik di negara itu malah rentan pelecehan seksual.

MDers mungkin masih ingat bagaimana booming pengguna gelang plastik atau karet berwarna hitam antara 2007-2009. Dengan mengasosiasikan penggunanya sebagai fans sub-aliran musik rock/metal, para remaja dan pemuda di Indonesia menempatkan aksesoris ini sebagai gelang modis. Ini sebuah tren, dan menjadi bagian dari style penggemar musik emo maupun new-metal lainnya.
2511__gelang_modis_shag_bands_pelecehan_seksual_permainan_anak__1.jpg

Shag Bands dan Isyarat Seksual

Namun di luaran sana, banyak remaja Inggris dan Amerika yang mengenakan gelang modis yang sama sebagai permainan. Bukan permainan biasa, tetapi permainan unjuk-keberanian dan keinginan pemakainya dalam melakukan tindak seksual tertentu. Caranya, jika seorang anak laki-laki mengenakan gelang berwarna oranye, ia dapat mencari gadis yang disukainya dengan gelang berwarna serupa, dan mencoba menarik hingga putus gelang tersebut. Jika usahanya berhasil, maka kedua remaja tersebut boleh melakukan tindakan seksual sesuai arti warna gelang. Semisal gelang yang dikenakan berwarna oranye, maka saat gelang si gadis putus, bocah lelaki pemutusnya boleh mendapat pelukan.

Masing-masing warna dalam gelang modis ini memiliki arti tindakan seksual tersendiri, tergantung keberanian si gadis memilih warna gelang yang dikenakan. Lagipula, meski Shag Bands adalah gelang berbahan plastik yang dicampur karet―sehingga sulit diputuskan, tetapi
MDers akan tercengang melihat arti dari warna-warna lain yang membuat remaja laki-laki berebut memutus gelang lawan jenisnya.
2511__gelang_modis_shag_bands_pelecehan_seksual_permainan_anak__2.jpg

Namun demikian pengertian warna-warna gelang modis Shag Bands tersebut tidak mutlak, karena beberapa tempat memilih menggunakan warna yang satu untuk pengertian yang lain. Selain itu, ada pula warna tambahan dengan arti berbeda yang turut berkembang, seperti gliter kuning (memeluk dan mencium), gliter hijau (69 style), gliter merah (threesome), gliter putih (tarian bugil), sampai gliter hitam (seks secara kasar).

Pelecehan Seksual

Dengan arti yang berbeda tersebut, Shag Bands yang juga dikenal dengan istilah gelang jelly (jelly bracelet) menyebar luas di kalangan remaja Inggris dan Amerika. Sebuah berita pernah mengabarkan bahwa gelang modis ini sudah “memakan korban” pada 2003, tetapi tidak ada media massa yang mengkover isu tersebut. Namun ketika seorang ibu bersedia diwawancarai harian Inggris terkemuka, The Sun, pada 2009, segeralah permainan anak-anak yang tidak senonoh ini terbongkar.

Di luar Inggris dan Amerika, jelly bracelet kerap ditemui pada lengan-lengan para remaja. Dengan dasar mengenakan gelang modis ini sebagai trend, mereka mengombinasi berbagai warna sekaligus agar terlihat indah di lengan. Sayangnya, pemakaian ini malah diartikan sebagai tawaran tindakan seksual yang berbeda-beda. Bahkan di Brazil remaja pria tidak perlu mengenakan gelang yang sama, dan cukup melihat warna gelang yang digunakan remaja perempuan, sebelum berusaha memutuskannya. Maka, selain gelang modis Shag Bands
yang laris terjual, angka yang juga meningkat cepat adalah laporan kasus pelecehan seksual di kalangan remaja Brazil sepanjang 2009.
2511__gelang_modis_shag_bands_pelecehan_seksual_permainan_anak__3.jpg

Untungnya, para remaja Indonesia tidak terbawa arus tren ini, dan lebih mencari informasi gelang modis seputar emo style dan new-metal, sehingga kisah tersembunyi di balik Shag Bands tidak booming di kalangan penduduk usia belasan tahun. Toh sebagai mode dan fashion, konsepsi gelang warna-warni dengan warna cerah yang menjadi ciri masyarakat Amerika Latin, memang telah dibuktikan keindahan perpaduannya. Apalagi jika harga aksesoris tersebut seperti Shag Bands yang dibandrol kurang dari US$ 1, atau tidak lebih dari Rp 10.000 per sekian pieces.

Sedang bagi Ratu Pop, Madonna, trenseter
gelang modis Jelly Bracelet berasal, gelang berwarna hitam terlanjur menjadi tren panggung dan identik dengannya sepanjang era '80-an. Namun begitu, pemakaian gelang tersebut tidak dimaknai Madonna sebagai lambaian "come and get me"―terlepas dari rumor orientasi seksual Madonna yang berkembang saat itu. Madonna hanya mengenakan gelang karet sebagai trend yang dibawanya, dan mengenakan style tersebut sebagai ciri khas dirinya―layaknya Michael Jackson dengan celana ‘ngatung’ saat melatunkan “Smooth Criminal”. Jadi, tak mesti kita maknai Shag Bands atau Jelly Bracelet sebagai isyarat seksual bukan?
2511__gelang_modis_shag_bands_pelecehan_seksual_permainan_anak__4.jpg
Sumber:http://megadiskon.com/content/news/read/651/gelang-modis-permainan-anak-dan-pelecehan-seksual.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar